Pelantikan Penegak Laksana adalah sebuah upacara dalam Gerakan Pramuka untuk resmi mengangkat anggota Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana, yang merupakan tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum kedua setelah Bantara. Proses pelantikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kompetensi anggota, dengan pembina melantik calon melalui upacara pengucapan sumpah Tri Satya dan pemberian tanda jabatan.

Tujuan Pelantikan Penegak Laksana
Pengembangan Karakter : Meningkatkan karakter, kepribadian, dan akhlak yang mulia, seperti kedisiplinan, kerjasama, dan tanggung jawab.
Peningkatan Kompetensi : Mengasah keterampilan kepemimpinan dan memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kepramukaan.
Kontribusi Positif : Membentuk generasi muda yang percaya diri dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja tahunan Pramuka Ambalan Pangeran Putra Kusuma SMKS Daya Bhina. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memfasilitasi para siswa yang berminat di bidang kepramukaan untuk menciptakan Penegak Laksana yang memiliki jiwa sosial yang tinggi berdasarkan Tri Satya dan Dasa Darma.
Berikut Anggota Penegak Laksana yang telah dilantik :
1. Andre Irawan
2. Ridho Agustina
3. Virji Eka Saputra
4. Rio Denis Pratama
5. Raihan Satya Pramanda
6. Tasya Ayu Salsabilla
7. Nadia Puspita Sari
Kemudian dilanjutkan dengan acara prosesi Penyematan Tanda Tapak Merah dan Bintang Tahunan.
Penyematan tanda Tapak Merah laksana adalah penyerahan lencana “Wing Tapak Merah” kepada anggota pramuka penegak laksana yang telah menyelesaikan penempuhan atau pengembaraan dengan jarak dan syarat tertentu, yang menandakan pencapaian kemahiran dalam bidang kepramukaan dan kemampuan fisik serta mental dalam kegiatan alam terbuka.
Sedangkan Penyematan Bintang Tahunan adalah upacara pemberian tanda penghargaan kepada anggota Gerakan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega) sebagai pengakuan atas kesetiaan, kepatuhan, kerajinan, dan ketertiban dalam mengikuti kegiatan kepramukaan selama satu tahun penuh atau kelipatannya secara berturut-turut, yang dilakukan melalui suatu upacara khusus.
(Jr.)












